Manfaat Sertifikasi Kompetensi Kerja dari BNSP Hadapi Persaingan Bebas

Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja Nasional di Indonesia

Bagibagiloker.com – Apakah Anda sudah tahu apa itu Sertifikasi Kompetensi Kerja? Apa itu pengertian Kompeten?

Kali ini Bagibagiloker akan berbagi pengetahuan seputar Sistem Sertifikasi Kopetensi Kerja dengan Sertifikat Nasional dari BNSP.

Landasan Hukum Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja di Indonesia

  • UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
  • PP 31 Tahun 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional
  • PP 23 Tahun 2004 Tentang BNSP
  • PP No.8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

 Baca Juga: RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

SISTEM SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Proses pemberian sertifikat yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Internasional dan atau Standar Khusus.

Profesi

Bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi tertentu yang diakui oleh masyarakat.

Kompetensi

Kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

KOMPETEN

Kompeten dapat diartikan Kemampuan dan Kewenangan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan, yang didasari oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang ditetapkan.

Menjadi Kompeten berarti mampu untuk:

  1. Bekerja pada tingkat keahlian yang dapat diterima – Task Skill
  2. Mengorganisir tugas-tugas yang dibutuhkan – Task Management Skill
  3. Memberi respon dan reaksi yang sesuai bila terjadi kesalahan – Contingency Skill
  4. Menjalankan peran yang diharapkan dalam lingkungan kerjanya – Environment/Job Role Skill

PRINSIP SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA

  1. Valid, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi pada dasarnya melakukan penilaian berdasarkan bukti-bukti yang terkini dan asli.
  2. Reliabel, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi harus bersifat konsisten, dapat menghasilkan kesimpulan yang sama walaupun dilakukan pada waktu, tempat dan asesor yang berbeda.
  3. Fleksibel, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi dilakukan dengan metoda yang disesuaikan dengan kondisi peserta dan tempat uji kompetensi.
  4. Adil, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi dalam penilaiannya tidak boleh dibedakan / diskriminasi terhadap peserta, memberikan perlakuan yang sama sesuai dengan prosedur dan tidak melihat peserta dari kelompok/golongan mana peserta berasal.

BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI

Berdasarkan PP No.23/2004 Bab 2 Pasal 2 Ayat 1, BNSP merupakan Lembaga yang independen dalam melaksanakan tugasnya dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden.

Dalam Bab 2 Pasal 3 PP No.23/2004 dijelaskan bahwa BNSP mempunya tugas melaksanakan SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, BNSP dapat memberikan lisensi kepada LSP yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BNSP.

Lembaga Sertifikasi Profesi atau yang disingkat LSP adalah Lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi berbasis kompetensi yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Klasifikasi Jenis LSP

  • LSP Pihak Ketiga

LSP yang didirikan oleh asosiasi industry dan/atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kerja untuk sektor dan atau profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.

  • LSP Pihak Kedua

LSP yang didirikan oleh industry atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kerja terhadap sumber daya manusia dari pemasoknya dan atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.

 

  • LSP Pihak Kesatu
  1. Industri

LSP yang didirikan oleh industry atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kerja terhadap sumber daya manusia Lembaga induknya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.

  1. Lembaga Pendidikan dan atau Lembaga Pelatihan.

LSP yang didirikan oleh Lembaga Pendidikan dan atau pelatihan dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap peserta Pendidikan/pelatihan berbasis kompetensi dan atau sumber daya manusia dari jejaring kerja Lembaga induknya sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP

Leave a Reply